MENU
  • 0 Produk - Rp 0
  • Tips Agar Pengunjung Website Tak Ragu Menuliskan Ulasan

    Gibera Kata | Mengacu pada hasil survei oleh Clutch, perusahaan rating dan review yang berbasis di Washington DC, disebutkan bahwa sebanyak 81% pengunjung website enggan menulis ulasan.

    Fakta ini menyulitkan pebisnis, karena ulasan-ulasan pengunjung bermanfaat sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan penjualan.

    Kali ini, Gibera Kata akan memberikan bocoran agar pelanggan mau memberikan ulasan pada produk.

    Nah, untuk mengatasi sikap pasif pengunjung, bisnis E-commerce idealnya fokus pada dua sasaran, yakni mendorong konversi penjualan dan mendorong pelanggan jadi pemberi ulasan.

    Salah satu trik populer yang bisa ditempuh adalah dengan menawarkan insentif kecil sebagai imbalan atas ulasan yang diposting.

    Insentif juga harus tetap tersedia walau ulasan yang disampaikan bernada negatif. Pasalnya, ulasan yang bermanfaat untuk kemajuan bisnis tak selalu bermuatan positif.

    Ini 3 insentif menarik yang bisa Anda tawarkan pada pengunjung website.

     

    1. Diskon

    Bagi banyak pembeli, diskon adalah insentif yang menarik. Terdapat 2 opsi untuk menawarkan diskon, yakni sejumlah uang tunai atau diskon berbasis persentase.

    Pebisnis harus mengalkulasi, menimbang, dan menetapkan besaran yang tepat agar jumlah laba yang diperoleh tetap memadai.

    Apakah diskon akan diberlakukan ke satu barang ataukah seluruh pesanan? Apakah diskon hanya diberlakukan dalam jangka waktu tertentu?

     

    1. Menambahkan Bonus

    Bonus bisa diberikan dengan berbagai cara. Untuk produk parfum misalnya, salah satunya adalah dengan menawarkan sampel dalam ukuran mini sebagai insentif untuk menulis ulasan online.

    Bisa juga dengan minta pelanggan melakukan pembelian di lain waktu untuk menebus sampel dengan kode tertentu, sehingga mendorong mereka untuk kembali mengunjungi website Anda lagi.

     

    1. Membuat Kontes

    Menggelar kontes bagi reviewers dalam bisnis e-commerce juga bisa jadi pilihan. Hadiah yang ditawarkan bisa berupa voucher belanja atau melancong gratis.

     

    Sebelum menawarkan insentif, hal yang perlu dipertimbangkan adalah munculnya pro-kontra, sehingga perlu dicermati benar prosesnya tidak melanggar etika maupun hukum.

    Akhir kata, Gibera Kata sampaikan selamat mencoba tips ini, semoga sukses. Salam. (*)

     

    Tanggapan