Teknik Menulis Freewriting, Kayak Apa Tuh?

Giberakata.com | Menulis dengan pendekatan freewriting memungkinkan eksplorasi tanpa terikat oleh norma-norma tata bahasa. Kayak gimana, dan apa aja sih persyaratannya?

Menggunakan teknik freewriting mungkin terasa menantang jika Kamu masih meyakini bahwa penulisan harus mematuhi aturan tata bahasa.

Meskipun demikian, untuk memulai menulis, keahlian dalam penggunaan tata bahasa formal bukanlah suatu keharusan.

Sementara itu, lepaskan sejenak kendali terhadap pedoman EYD, rumus SPOK, imbuhan, kata depan atau awalan, kalimat efektif, hubungan sebab-akibat, dan aspek lainnya.

Terimalah ekspresi perasaan, pengalaman, dan observasi sehari-hari Kamu dengan bahasa yang lebih santai. Pikirkan proses menulis sebagai sebuah percakapan informal.

Bayangkan Kamu tengah berbicara dengan seorang teman, dan apa yang Kamu ungkapkan dalam percakapan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan.

Pendekatan semacam itulah yang disebut sebagai Freewriting.

Meskipun tulisan Kamu tidak terikat oleh norma ketat tata bahasa, menggunakan teknik freewriting tetap melibatkan aktivitas otak.

Inti dari teknik ini adalah membuat otak tetap aktif, yang dapat membuat Kamu sulit berhenti menulis.

Untuk menerapkan teknik ini, langkah pertama adalah menentukan topik. Setelah topik dipilih, izinkan diri Kamu untuk menulis secara bebas, tanpa hambatan atau keterikatan.

Teruslah mengekspresikan diri secara tertulis sejak awal tulisan. Abaikan aturan tata bahasa dan tulislah dengan secepat mungkin, sebelum ide Kamu hilang dan Kamu terjebak.

Tidak ada batasan waktu yang baku untuk menghentikan praktik freewriting ini. Kamu memiliki kebebasan untuk menghentikannya kapan saja. Namun, disarankan untuk tidak berhenti hanya karena merasa bosan.

Kebosanan dapat menjadi penghalang mental bagi kelanjutan proses menulis Kamu. Sebaiknya, hentikan kegiatan ini ketika Kamu merasa sudah cukup atau puas dengan hasil tulisan Kamu.

Tetapi, bagaimana jika ada janji atau kewajiban mendesak? Silakan berhenti sejenak untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.

Setelah itu, Kamu dapat melanjutkan menulis hingga merasa benar-benar puas atau telah mencerminkan seluruh pikiran dan perasaan Kamu.

Kapan sebaiknya Kamu mereview dan menyusun kembali tulisan Kamu? Telitilah hasil tulisan Kamu.

Mungkin terasa kacau, dan mungkin Kamu merasa malu atau ragu-ragu tentang kemampuan menulis Kamu.

Jangan biarkan pemikiran-pemikiran tersebut merusak semangat Kamu. Sebenarnya, dengan melakukannya, Kamu telah mencapai pencapaian besar.

Jika sudah berhasil melakukan freewriting, berarti Kamu telah menyimpan pikiran dan perasaan Kamu dalam bentuk tulisan.

Kamu tidak perlu khawatir lupa mengenai pengalaman dan ide-ide Kamu.

Namun, hasil teknik menulis dengan pendekatan freewriting ini perlu disesuaikan dalam hal struktur dan tata bahasa, jika kamu ingin masuk ke tahap selanjutnya, yakni membuat tulisan yang lebih oke dan berkualitas.

Hal ini bertujuan agar pembaca dapat lebih memahami isi tulisan Kamu. Sambil membaca kembali tulisan Kamu, lakukan koreksi terhadap struktur dan tata bahasa.

Jika Kamu belum menguasai tata bahasa yang benar, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya.

Di era digital ini, Kamu dapat memanfaatkan internet untuk mencari informasi tentang menulis, termasuk aturan tata bahasa.

Salah satu situs web yang menyediakan informasi tentang dunia tulis menulis adalah Jasa Penulisan Artikel, di giberakata.com. (*)

Tanggapan