Struktur Penulisan Feature: Gaya Penceritaan yang Memikat

Giberakata.com | Pernah baca tulisan feature kan? Feature yang bagus bisa meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya. Begitu mengasyikkan.

Kadang, pembaca diajak seperti menyaksikan film atau drama. Padahal itu hanya tulisan.

Nah, jika kamu berniat mempelajari teknik menulis feature, yuk, kenali dulu kayak gimana sih struktur penulisannya.

Sebagai bentuk jurnalisme yang memusatkan perhatian pada suatu topik, feature memerlukan struktur penulisan yang menggugah imajinasi, memikat perhatian, dan menyampaikan informasi secara menyeluruh.

Dalam artikel ini, Gibera Kata akan membahas struktur penulisan feature dan menggali bagaimana struktur ini memberikan kekuatan pada penceritaan yang memikat pembaca.

1. Pendahuluan yang Menarik Perhatian

Sebuah feature yang kuat dimulai dengan pendahuluan yang dapat menangkap perhatian pembaca sejak awal.

Pendahuluan ini bisa berupa anekdot, pertanyaan retoris, kutipan yang memikat, atau fakta menarik. Tujuannya adalah membuat pembaca tertarik untuk terus membaca.

2. Pernyataan Tujuan atau Tesis

Setelah memikat perhatian pembaca, tulisan feature perlu menyampaikan pernyataan tujuan atau tesis yang jelas.

Apa yang ingin dicapai oleh penulis dengan tulisan ini? Apa pesan atau cerita yang akan dibahas? Pernyataan ini memberikan landasan untuk pembaca agar mereka tahu apa yang diharapkan.

3. Pengenalan Tokoh atau Topik

Bagian awal tulisan feature kemudian memperkenalkan tokoh-tokoh atau topik yang akan dibahas.

Ini mencakup latar belakang singkat, sejarah, atau konteks umum yang memberikan pembaca pemahaman awal tentang subjek tulisan.

4. Pendalaman Karakter atau Topik

Setelah pengenalan, feature article merambah ke dalam pendalaman karakter atau topik. Ini melibatkan pengungkapan lebih lanjut tentang siapa atau apa yang menjadi fokus tulisan.

Wawancara dengan sumber-sumber kunci atau penggunaan data dan fakta mendalam membantu menciptakan narasi yang lebih substansial.

5. Gaya Bahasa Kreatif dan Deskriptif

Salah satu ciri khas feature article adalah penggunaan gaya bahasa kreatif dan deskriptif. Penulis menggunakan metafora, pembanding, dan detail-deskripsi yang kaya untuk membawa pembaca ke dalam pengalaman yang sedang diceritakan. Ini menciptakan citra yang hidup dan memikat.

6. Struktur Naratif yang Kuat

Struktur naratif yang kuat memberikan kerangka bagi tulisan feature.

Ada pendahuluan yang menarik, perkembangan cerita yang mencakup tantangan atau konflik, dan penutup yang memberikan kesimpulan atau refleksi. Struktur ini memberikan arah yang jelas pada pembaca sepanjang perjalanan tulisan.

7. Quotations dan Dialog yang Menghidupkan

Penggunaan kutipan langsung atau dialog dari sumber-sumber kunci memberikan dimensi interpersonal pada tulisan feature. Ini membawa suara langsung dari individu yang terlibat dan memperkaya penceritaan.

8. Kontekstualisasi dan Latar Belakang yang Mendalam

Tulisan feature memerlukan latar belakang dan kontekstualisasi yang mendalam.

Pembaca harus mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang subjek, dan ini diperoleh melalui informasi tambahan, sejarah, atau gambaran yang menyeluruh.

9. Transisi yang Mulus antar Bagian

Untuk menjaga alur cerita, feature article memerlukan transisi yang mulus antar bagian. Transisi ini membantu pembaca mengikuti alur cerita tanpa kebingungan atau rasa terputus.

10. Kesimpulan yang Membekas

Kesimpulan tulisan feature seharusnya memberikan kesan mendalam pada pembaca. Ini bisa berupa refleksi tentang pembelajaran atau perubahan karakter, atau mengekspresikan pemikiran penulis tentang topik tersebut.

Kesimpulan ini memberikan penutup yang memuaskan dan meninggalkan kesan.

Dengan memahami struktur penulisan feature, penulis dapat menciptakan tulisan yang memukau, informatif, dan memikat.

Kombinasi antara gaya bahasa kreatif, struktur naratif yang kuat, dan kedalaman konten membuat tulisan feature menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan cerita dan informasi secara mendalam kepada pembaca. [*]

Tanggapan