Cara Seru Mengolah Testimoni Pelanggan dalam Copywriting

Giberakata.com | Hallo sobat Gibera Kata!

Ketika kita lagi menggarap copywriting untuk produk atau jasa, tentu ga ada yang lebih manis daripada menyisipkan testimoni pelanggan.

Testimoni itu seperti bumbu penyedap, bisa membuat konten kita terasa lebih autentik dan meyakinkan.

Nah, kali ini kita akan bahas gimana cara mengolah testimoni pelanggan dengan cara yang menyenangkan dalam copywriting.

Yuk, kita simak!

1. Pilih Testimoni yang Realistis

Tidak hanya karena enak dibaca, testimoni yang dipilih sebaiknya juga realistis. Hindari testimoni yang terlalu dibumbui atau terlalu wah-wah. Memilih testimoni yang bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari bisa membuatnya lebih mudah dipahami dan diterima oleh pembaca.

2. Gunakan Bahasa yang Santai

Santai aja, teman-teman! Jangan membuat testimoni terdengar seperti laporan formal. Gunakan bahasa yang santai dan tidak kaku. Tujuan kita adalah membuat pembaca merasa seperti sedang berbincang-bincang dengan teman, bukan membaca dokumen resmi.

Contoh: “Produk ini bener-bener membantu banget deh, gak perlu mikir dua kali buat beli!”

3. Fokus pada Masalah yang Diatasi

Dalam testimoni, ajak pembaca untuk merasakan bagaimana produk atau jasa kita membantu mereka mengatasi masalah. Jangan hanya menyoroti keunggulan produk, tapi ceritakan juga bagaimana produk tersebut menjadi solusi bagi pelanggan.

Contoh: “Sebelum menggunakan produk ini, sulit banget nyari waktu buat olahraga. Sekarang, jadi lebih efisien dan badan juga makin fit!”

4. Variasi dalam Jenis Testimoni

Jangan hanya terpaku pada tulisan, teman-teman! Testimoni bisa berupa video, foto, atau bahkan suara.

Campur-campur jenis testimoni ini agar tidak monoton. Hal ini juga membuat testimoni terlihat lebih nyata dan tidak terlihat seperti settingan.

5. Tambahkan Detail yang Membuat Testimoni Lebih Menarik

Agar testimoni tidak terkesan seperti berita acara, tambahkan detail yang membuat pembaca merasa lebih dekat. Ceritakan pengalaman pelanggan ketika menggunakan produk kita atau reaksi mereka saat pertama kali mencobanya. Detail kecil ini bisa meningkatkan tingkat kepercayaan pembaca.

6. Beri Ruang untuk Kritik dan Perbaikan

Tidak semua testimoni harus tampak sangat positif, teman-teman. Biarkan pelanggan kita memberikan kritik atau saran. Respons positif dari penjual dan memberikan solusi akan meningkatkan kepercayaan pembaca.

Contoh: “Sempat mengalami masalah sedikit ketika pertama kali menggunakan, tapi layanan pelanggan mereka sangat responsif. Akhirnya, semuanya berjalan lancar dan saya sangat puas!”

7. Gunakan Testimoni yang Spesifik

Jika memungkinkan, pilih testimoni yang memiliki kejadian atau manfaat spesifik. Ini dapat membantu pembaca membayangkan betapa produk atau jasa kita benar-benar membantu. Hindari kalimat seperti “bagus” dan lebih fokus pada “membuat tidur menjadi nyenyak sekali!”

8. Pisahkan Testimoni Menjadi Bagian-bagian Kecil

Jangan menumpuk semua testimoni di satu tempat, teman-teman. Bagilah testimoni ke dalam bagian-bagian kecil dan sebarkan di berbagai bagian copywriting. Hal ini membuat pembaca tidak mudah bosan dan lebih tertarik membaca seluruh konten.

9. Gunakan Visualisasi Testimoni

Tidak hanya mengandalkan teks, tambahkan visualisasi untuk testimoni. Misalnya, pasang foto pelanggan atau tangkapan layar testimoni dari media sosial. Visualisasi ini dapat memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.

10. Beri Tautan ke Sumber Asli

Agar lebih meyakinkan, sertakan tautan ke sumber testimoni. Jika pembaca ingin mengecek lebih lanjut, mereka dapat langsung melihat testimoni asli. Ini dapat meningkatkan tingkat kepercayaan pembaca.

Semoga cara-cara ini membantu teman-teman membuat copywriting yang tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuat pembaca senang saat membacanya! Happy writing! 🍃

Tanggapan