6 Kompetensi Kunci yang Harus Dikuasai UX Writer

6 Kompetensi Kunci yang Harus Dikuasai UX Writer 1

Giberakata.com | UX Writer adalah profesional yang bertanggung jawab untuk merancang dan menulis microcopy pada aplikasi, situs web, atau produk digital.

Microcopy yang diciptakan oleh UX Writer berperan membimbing user ketika menggunakan aplikasi atau situs web tertentu.

Istilah “microcopy” digunakan karena tulisan yang dihasilkan oleh UX Writer memiliki panjang yang sangat singkat, jauh lebih pendek daripada tulisan Copywriter yang bersifat persuasif.

Contohnya mencakup kata-kata untuk tombol, menu, pesan kesalahan, atau petunjuk lainnya yang muncul dalam konteks aplikasi atau situs web.

Prinsip utama dari praktek UX Writing adalah untuk mempermudah pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi, sehingga aplikasi atau situs web tidak terasa seperti mesin yang sulit dipahami.

Nah, jika kamu ingin mendalami bidang ini, adalah beberapa skill yang perlu kamu kuasai untuk menjadi UX Writer. Apa saja? Simak deh.

1. Keterampilan Menulis

Dalam menjalankan tugasnya, seorang UX Writer akan berinteraksi dengan banyak kata. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki keahlian dalam menulis dan tata bahasa.

Keterampilan ini diperlukan agar Anda dapat menyusun microcopy dengan jelas, sehingga fungsionalitas dalam sistem dapat dengan mudah dimengerti dan digunakan oleh pengguna.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peran UX Writer berbeda dari Content Writer.

Anda perlu mampu memilih kata-kata yang tepat, jelas, singkat, dan dapat dimengerti oleh pengguna saat menggunakan situs web atau produk digital.

Untuk meningkatkan keterampilan menulis Anda, Anda dapat mengikuti berbagai pelatihan atau webinar. Sumber-sumber ini dapat diakses di berbagai platform di internet, bahkan di media sosial.

2. Riset

Selain kemampuan menulis, seorang UX Writer juga harus memiliki keahlian dalam melakukan riset untuk memahami permasalahan yang dihadapi pengguna dan menemukan solusi terbaik.

Anda perlu  memiliki pemahaman yang mendalam tentang konteks setiap tampilan layar, alur, dan cara kerja aplikasi agar dapat menghasilkan teks yang sesuai dan relevan.

Beberapa riset yang sering dilakukan UX Writer adalah:

  • User testing
  • A/B testing
  • Card sorting
  • Survei pengguna
  • Interview
  • Membuat user persona

3. Strategi Konten

Strategi konten adalah proses merancang materi yang cocok dengan audiens dan tujuan bisnis. Sebagai seorang UX Writer, Anda harus piawai memahami kata-kata yang hendak digunakan dan tindakan yang diharapkan dari pengguna.

Dengan demikian, Anda perlu memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan umum suatu produk, halaman, dan urutan tindakan.

Selain itu, perlu juga menggunakan gaya penulisan yang konsisten dengan identitas merek atau perusahaan.

4. Komunikasi

Komunikasi adalah kemampuan seseorang untuk menerima dan menyampaikan informasi dengan baik.

Dalam hal ini bukan hanya kemampuan berbicara saja tapi juga memahami dan mendengarkan. Sebagai UX Writer, kamu tentu tidak bekerja sendiri.

Kamu akan sering bekerja sama dengan UX designer, UI designer, product manager, dan pihak lainnya.

Agar kerja sama dan koordinasi berjalan lancar, kamu perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik.

Berikut adalah beberapa tips meningkatkan keterampilan komunikasi:

  • Belajar menjadi pendengar yang baik
  • Memahami konteks pembicaraan
  • Pahami dengan siapa kamu bicara
  • Berbicara langsung pada intinya (tidak bertele-tele)
  • Pahami dan gunakan bahasa tubuh yang tepat

5. Rasa ingin tahu

Bidang UX Writing akan terus mengalami perkembangan dan perubahan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi dan terus mengembangkan pengetahuan tentang strategi serta teknik penulisan microcopy yang efektif untuk website dan aplikasi.

6. Memiliki rasa empati

Sebuah situs web atau aplikasi dirancang untuk pengguna.

Selain memahami rangkaian dan mekanisme kerja suatu produk digital, seorang UX Writer juga perlu memiliki tingkat empati yang tinggi.

Ini bertujuan agar Anda dapat menempatkan diri dalam posisi pengguna. (*)

Tanggapan